Thursday, May 29, 2014

Leon Festinger

Cognitive Dissonance Theory

    Merupakan sebuah teori yang membahas mengenai perasaan ketidaknyamanan seseorang akibat sikap, pemikiran, dan perilaku yang saling bertentangan dan memotivasi seseorang untuk mengambil langkah demi mengurangi ketidaknyamanan tersebut.  
 

3 jenis hubungan dari elemen-elemen kognisi:

Hubungan tidak relevan, tidak akan menghasilkan perasaan apa-apa.

Hubungan disonan, menghasilkan rasa tidak puas, jangal, aneh. Biasanya dipengaruhi oleh budaya dan norma-norma sosial. Contoh: melihat kakek bergaya rock! atau makan direstoran mewah menggunakan tangan.

Hubungan konsonan, menghasilkan rasa puas, senang, dan dapat dimengerti. Contoh: jika seseorang berdiri di tengah hujan maka ia akan basah.


Fritz Heider



 Social Balance Theory (1958)


Sangat dipengaruhi oleh Psikologi Gestalt, disebut juga dengan Teori P-O-X

P= person/ pribadi
O= others/ orang lain
X= orang ketiga (bisa orang, benda, situasi)

   •Keadaan seimbang(Balance), akan menghasilkan rasa senang, puas.

   •Keadaan tidak seimbang (Imbalance), akan menghasilkan rasa tidak puas, janggal, aneh, dsb.

   •Keadaan tidak relevan(Irrelevan), tidak menghasilkan rasa apa-apa




Attribution Theory
Internal Attribution
     tingkah laku seseorang disebabkan    
     oleh sifat kepribadiannya
External Attribution
      tingkah laku seseorang disebabkan
     oleh situasi