Thursday, May 29, 2014

Leon Festinger

Cognitive Dissonance Theory

    Merupakan sebuah teori yang membahas mengenai perasaan ketidaknyamanan seseorang akibat sikap, pemikiran, dan perilaku yang saling bertentangan dan memotivasi seseorang untuk mengambil langkah demi mengurangi ketidaknyamanan tersebut.  
 

3 jenis hubungan dari elemen-elemen kognisi:

Hubungan tidak relevan, tidak akan menghasilkan perasaan apa-apa.

Hubungan disonan, menghasilkan rasa tidak puas, jangal, aneh. Biasanya dipengaruhi oleh budaya dan norma-norma sosial. Contoh: melihat kakek bergaya rock! atau makan direstoran mewah menggunakan tangan.

Hubungan konsonan, menghasilkan rasa puas, senang, dan dapat dimengerti. Contoh: jika seseorang berdiri di tengah hujan maka ia akan basah.


No comments:

Post a Comment